Benih Jagung Subsidi Jadi Kendala Petani Saat Ini

Kadis Pertanian Bolaang Mongondow Utara
Kadis Pertanian Bolaang Mongondow Utara

Maniapost.com, BOLMUT – Sejumlah Kelompok Tani di Desa Ollot yang belum mendapatkan bantuan benih, kini mereka menyesalkan pendistribusian benih jagung yang tidak ada kepastiannya.

Akibatnya banyak lahan petani yang telah siap tanam sejak bulan April hingga Mei kini banyak molor dan jadi lahan tidur saja.

Rangga Posumah yang juga anggota kelompok saat berikan keterangan, “ini lahan sudah siap tanam cuma kendalanya bibit yang tak kunjung turun di kelompok. Saya menghawatirkan musim kemarau segera tiba sehingga berakibat fatal di saat penanaman nanti jika benihnya akan turun di bulan agustus mendatang. ia berharap benih untuk tahap 2 secepatnya di salurkan, karena kondisi kami sekarang sudah mulai kelelahan mengatasi gulma, belum lagi biaya beli herbisida mahal”.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Ir. Sutrisno Goma, MP, saat di temui maniapost di kediamannya (31/5/2021) beliau mengatakan luas lahan yang di usulkan oleh Dinas Pertanian ke kementerian yaitu 10.577 Ha. Dan saat ini benih yang baru kami peroleh pada tahap 1 senilai 22,5 ton dan sudah di salurkan.

Sedangkan benih jagung 22,5 ton hanya bisa memenuhi kebutuhan areal seluas 1.500 Ha. Bantuan benih jagung yang sudah tersalurkan semuanya bersumber dari anggaran Satuan kerja Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara.

“Selanjutnya, untuk benih bantuan yang sudah di distribusikan kepada kelompok tani, sekali lagi saya tegaskan hanya di peruntukan bagi lahan yang siap tanam untuk periode bulan Mei hingga Juni,” ujar Kadis.

“Berdasarkan dari banyaknya laporan masyarakat terkait benih bantuan yang kerap diperjual belikan, kalau kedapatan nanti, kami akan giring ke rana hukum”, tegasnya.

“Pendistribusian benih untuk tahun ini kami sertakan dengan surat Pernyataan Kebenaran Luas Areal dan Pertanggungjawaban menanam yang harus di penuhi oleh Ketua Kelompok dan juga Anggota Kelompok serta perlu di tandatangani dan di benarkan Kepala Desa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)”.imbuhnya.

Menurut Afdal, selaku PPL ia mengatakan, “Calon Petani Calon Lahan (CPCL) kelompok tani yang kami usul di tahun 2020 merekalah yang akan menerima bantuan benih tahun 2021. Untuk kegiatan revitalisasi beberapa bulan lalu, calon anggota yang baru masuk tahun 2021 mereka tercover pada program bantuan subsidi benih 2022 mendatang”. Tutup Dal sapaan akrabnya.

Selebihnya, untuk tahap 2 belum bisa di pastikan kapan benih akan turun.Tutup Ino.(Mg)

Benner Kepala